Responsive feeding atau pemberian makan responsif adalah pendekatan memberi makan anak yang menekankan interaksi positif antara pengasuh dan anak selama proses makan.. Strategi pemberian makan ini dapat mendorong anak untuk makan secara mandiri dan merupakan suatu respon terhadap kebutuhan fisiologis dan perkembangan balita yang dapat meningkatkan pengaturan makan sendiri serta dukungan perkembangan kognitif emosional dan sosial balita Responsive feeding merupakan pendekatan dalam pemberian makan pada anak yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), anak didorong untuk makan sendiri sesuai dengan kebutuhannya, sementara orang tua atau pengasuh memberikan makanan dengan gizi seimbang, menentukan jadwal makan, serta menciptakan suasana yang mendukung. Kunci dari metode ini adalah komunikasi dua arah: anak menunjukkan keinginannya, dan orang tua atau pengasuh merespons secara tepat, sabar, dan penuh kasih sayang. Prinsip Utama Responsive Feeding Kenali sinyal anak: Anak menunjukkan sinyal lapar dan kenyang dengan berbagai cara, seperti membuka mulut saat disuapi atau menolak makan ketika sudah cukup. Pengasuh perlu belajar memahami sinyal tersebut. Berikan perhatian penuh saat makan: Matikan televisi dan jauhkan distraksi lainnya agar pengasuh bisa fokus dan terlibat aktif dalam proses makan anak. Tanggapi dengan positif: Hindari memaksa anak untuk makan. Sebaliknya, berikan dorongan positif tanpa tekanan agar anak merasa nyaman. Ciptakan rutinitas yang konsisten: Buat jadwal makan yang teratur membantu anak mengenali waktu makan dan membuat tubuhnya lebih siap menerima makanan. Jadwal makan 3 kali sehari untuk makanan utama dan 1-2 kali selingan dengan pemberian ASI bagi baduta dan pemberian susu 2-3 kali sehari bagi balita Berikan durasi makan maksimal 30 menit untuk mencegah anak bosan atau kehilangan minat makan Berikan makanan dalam porsi kecil dan biarkan anak menentukan jumlah yang ingin di makannya Biarkan anak belajar dan bereksplorasi: Anak-anak, terutama balita, belajar makan lewat eksplorasi. Membiarkan mereka menyentuh, meremas, atau bahkan sedikit bermain dengan makanan adalah bagian penting dari proses belajar. Pendekatan ini terbukti dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang sehat, menghindari masalah makan seperti picky eating, serta mendukung tumbuh kembang yang optimal. Selain itu, hubungan emosional antara anak dan pengasuh juga menjadi lebih kuat. Responsive feeding juga berperan dalam mencegah gizi buruk dan obesitas, karena anak belajar mendengarkan tubuhnya sendiri terkait rasa lapar dan kenyang, bukan hanya makan karena disuruh. Source: Bahorski, J., Romano, M., McDougal, J. M., Kiratzis, E., Pocchio, K., & Paek, I. (2023). Development of an Individualized Responsive Feeding Intervention—Learning Early Infant Feeding Cues: Protocol for a Nonrandomized Study. JMIR Research Protocols, 12. https://doi.org/10.2196/44329 Belza, H., Herrán, E., & Anguera, M. T. (2023). Keys to Responsive Feeding in Early Education: Systematic Observation of Pikler-Lóczy’s Educators’ Behaviour During Breakfast. International Journal of Early Childhood. https://doi.org/10.1007/s13158-023-00366-x Desiyanti, I. W., & Agustina, R. (2022). Responsive feeding education for parents with stunting babies aged 12-36 months. Journal of Health Technology Assessment in Midwifery, 5(1), 20–28. https://doi.org/10.31101/jhtam.2446 Hardiyanti, S. (2025). Penerapan Intervensi Keperawatan Pemberian Makan Balita secara Responsive, Aktif dan Interaktif sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita. IDAI. (2015). Pentingnya Mengatur Jadwal Makan Anak. Https://Www.Idai.or.Id/Artikel/Klinik/Asi/Pentingnya-Mengatur-Jadwal-Makan-Anak. Rossiter, M. D., Richard, B., Whitfield, K. C., Mann, L., & McIsaac, J. L. D. (2022). Responsive feeding values and practices among families across the Canadian Maritime provinces. Applied Physiology, Nutrition and Metabolism, 47(5), 495–501. https://doi.org/10.1139/apnm-2021-0692 Zepata, M. E., & Marconi, A. (2024). Responsive feeding patterns during early childhood in urban areas. Argentina, 2018–2019. Archivos Argentinos de Pediatria, 122(5). https://doi.org/10.5546/aap.2023-10290.eng
Writer : Ns. Siti Hardiyanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K Writer : Ns Siti Hardiyanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K Writer : Ns Siti Hardiyanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K Writer : Yura Witsqa Firmansyah, S.K.M., M.Kes Writer : Iswati, S.Kep.,Ns.,M.Kep Writer : Hilda Dea Revani, S.Ft., Ftr., M.Kes Writer : Dina Istiana, S.Kep., Ns., M.Kep Writer : Dwi Yuniar Ramadhani, S.Kep.Ns, M.Kep Sebagai tempat praktik klinik mendukung mahasiswa STIKes Adi Husada dalam mengembangkan ilmu keperawatan menjadikan seorang perawat profesional dan mampu bersaing, Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan melakukan seleksi penerimaan tenaga kesehatan perawat untuk lulusan STIKes Adi Husada.
Manfaat Responsive Feeding
Dipublikasikan : 2026-02-13 09:40:41Makan Tanpa Drama: Rahasia Responsive Feeding untuk Anak Bahagia
Published : 2026-02-13 09:40:41ASI Eksklusif: Pilar Kesehatan Bayi di Tengah Kehangatan Keluarga
Published : 2026-01-23 09:34:09Hidup Sehat dimulai dari Rumah
Published : 2025-12-18 15:18:20Mengulik Sistem Rekam Medis: Mengapa Klaim BPJS Sering Tersendat?
Published : 2025-10-31 13:03:54Memilih Kuliah di Bidang Kesehatan : Panduan Anti-Galau untuk Lulusan SMA/SMK
Published : 2025-10-07 15:18:57Olahraga Menjadi Investasi Gaya Hidup (Gen Z)
Published : 2025-09-19 15:47:56ME TIME 10 MENIT IBU LEBIH BAHAGIA
Published : 2025-08-01 11:09:49WALKING: A SIMPLE ACTIVITY FOR BETTER HEALTH
Published : 2025-06-11 15:25:36
Next »
Last
RS Adi Husada Undaan Wetan