
Penyakit Middle East Respiratory Syndrom (MERS) gejalanya mirip dengan influenza, khususnya flu burung, tidak aneh jika disebut flu Arab. Virus MERS telah menginfeksi 396 orang, 111 orang meninggal dunia dan virus ini menyebar ke 15 negara termasuk Asi Tenggara dan Amerika Serikat. Karena sudah masuk Malaysia, maka timbul kekhawatiran juga nanti bisa masuk ke Indonesia. Virus MERS dan SARS berasal dari golongan Coronaviridae yang memiliki 4 kelas yaitu Alfa, Beta, Gram dan Delta.
Virus MERS dan SARS masuk ke dalam kelas Beta bersama virus korona lain dari kelelawar, tikus, babi dan sapi. Seperti virus korona lain, MERS memiliki struktur RNA beruntai positif tunggal. Berbeda dengan virus flu burung yang beruntai negatif dan berfragmen jadi pola mutasi MERS lebih lambat dan sederhana, virus korona hanya bermutasi dengan tujuan adaptasi. Dengan struktur seperti ini, virus korona tidak berpotensi untuk saling bertukar genom, tidak seperti virus flu yang berpotensi bertukar fragmen di antara mereka sehingga dapat membentuk sub type baru dengan tingkat keganasan yang tidak terduga.
Dengan melihat masalah tersebut kami telah mengadakan "Seminar Asuhan Keperawatan pada MERS Co-V" bagi mahasiswa Akademi Keperawatan Adi Husada supaya mahasiswa mampu mengkaji, membuat diagnosa keperawatan, merencanakan keperawatan, melaksanakan dan mengevaluasi tindakan keperawatan pasien dengan penyakit MERS Co-V, acara tersebut telah berjalan dengan lancar pada hari Jum'at tanggal 27 Juni 2014 pukul 09.00 - 11.00 WIB di ruang theater lantai 5 gedung B Akademi Keperawatan Adi Husada yang diikuti 261 peserta dengan nara sumber yaitu dr. Ludy Hammami Handojo dan Sumarmiati, S.Kep.Ns.
STIKES Adi Husada Surabaya bekerja sama dengan Puskesmas Tambakrejo
Selamat Datang Mahasiswa Baru STIKES Adi Husada Surabaya
| Next » | Last |