Air minum yang kita konsumsi setiap hari seharusnya menjadi sumber kesehatan. Sayangnya, di banyak tempat, air masih rentan tercemar bakteri berbahaya. Salah satunya adalah Escherichia coli (E. coli), bakteri yang berasal dari kotoran manusia atau hewan, yang bisa memicu penyakit pencernaan seperti diare. Sebuah penelitian di Kota Ambon mengungkap fakta mengejutkan: dari 11 depot air minum isi ulang, semuanya terdeteksi mengandung bakteri E. coli maupun kelompok bakteri lain yang disebut total coliform (Hardjanti, Firmansyah, & Noya, 2024). Padahal, menurut standar Kementerian Kesehatan, kadar aman bakteri ini seharusnya nol dalam 100 mL air. Dari Mana Datangnya Bakteri? Kontaminasi bisa terjadi di berbagai titik. Sumber air baku yang tidak diolah dengan baik, peralatan depot seperti selang dan nozel yang jarang disanitasi, hingga botol konsumen yang tidak bersih menjadi jalur masuknya bakteri (Wang et al., 2020; Herniwanti et al., 2022). Selain itu, praktik kebersihan pribadi pekerja depot juga memegang peran penting. Jika higienitas tangan dan peralatan kurang terjaga, risiko pencemaran air semakin tinggi (Aeni et al., 2023). Apa Dampaknya bagi Kesehatan? Keberadaan E. coli pada air minum berbahaya karena beberapa strain bakteri ini bersifat patogen, terutama penyebab diare (Florez et al., 2020). Di negara berkembang, diare akibat air minum tercemar masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak (Brintz et al., 2020). Tidak hanya itu, coliform lain juga bisa memicu gangguan pencernaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, dan orang dengan imunitas lemah (Bain et al., 2014).
Apa yang Bisa Dilakukan? Untuk memastikan air yang kita minum aman, ada beberapa langkah penting:
1. Sanitasi depot harus rutin dilakukan, termasuk pembersihan selang, nozel, dan tangki penyimpanan.
2. Pengolahan air dengan penyaringan dan desinfeksi yang benar.
3. Edukasi konsumen agar selalu membawa wadah yang bersih saat membeli air isi ulang.
4. Pemantauan rutin kualitas air oleh pemerintah dan lembaga kesehatan. Menutup Gelas dengan Aman Air adalah kebutuhan dasar yang semestinya bebas dari ancaman bakteri. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak depot air isi ulang yang perlu memperbaiki aspek sanitasi dan higienitas. Dengan pengawasan ketat dan kesadaran masyarakat, segelas air yang kita minum bisa benar-benar menjadi sumber kesehatan, bukan penyakit. Daftar Pustaka : Aeni, H. F., Kristanti, I., Rohayani, Y., & Banowati, L. (2023). The relationship between sanitary hygiene and coliform bacteria contamination at refill drinking water depots. Consilium Sanitatis: Journal of Health Science and Policy, 1(3), 171–187. https://doi.org/10.56855/jhsp.v1i3.612 Bain, R., Cronk, R., Wright, J., Yang, H., Slaymaker, T., & Bartram, J. (2014). Fecal contamination of drinking-water in low- and middle-income countries: A systematic review and meta-analysis. PLoS Medicine, 11(5), e1001644. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001644 Brintz, B. J., Howard, J. I., Haaland, B., Platts-Mills, J. A., Greene, T., & Levine, A. C. (2020). Clinical predictors for etiology of acute diarrhea in children in resource-limited settings. PLoS Neglected Tropical Diseases, 14(8), e0008677. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0008677 Florez, I. D., Niño-Serna, L. F., & Beltrán-Arroyave, C. P. (2020). Acute infectious diarrhea and gastroenteritis in children. Current Infectious Disease Reports, 22(4). https://doi.org/10.1007/s11908-020-0713-6 Hardjanti, M., Firmansyah, Y. W., & Noya, L. Y. J. (2024). Pemeriksaan bakteri Escherichia coli dan total coliform pada air minum sebagai upaya pemantauan penyakit tular pangan. Gorontalo Journal Health and Science Community, 8(4), 212–217. Herniwanti, H., Rahayu, E., & Mohan, Y. (2022). Characteristics of refill drinking water depot and bacteriology evaluation in Covid-19 period. Indonesian Journal of Public Health, 17(3), 385–394. https://doi.org/10.20473/ijph.vl17i3.2022.385-394 Wang, X., Puri, V. M., & Demirci, A. (2020). Equipment cleaning, sanitation, and maintenance. In Food Engineering Series (pp. 333–353). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-42660-6_13
Dipublikasikan : 2026-03-09 13:19:05
Writer : Dr. Yura Witsqa Firmansyah, S.K.M., M.Kes
Published : 2026-03-09 13:19:05
Writer : Ns. Siti Hardiyanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K
Published : 2026-02-13 09:40:41
Writer : Ns Siti Hardiyanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K
Published : 2026-01-23 09:34:09
Writer : Ns Siti Hardiyanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K
Published : 2025-12-18 15:18:20
Writer : Yura Witsqa Firmansyah, S.K.M., M.Kes
Published : 2025-10-31 13:03:54
Writer : Iswati, S.Kep.,Ns.,M.Kep
Published : 2025-10-07 15:18:57
Writer : Hilda Dea Revani, S.Ft., Ftr., M.Kes
Published : 2025-09-19 15:47:56
Writer : Dina Istiana, S.Kep., Ns., M.Kep
Published : 2025-08-01 11:09:49
| Next » | Last |
Sebagai tempat praktik klinik mendukung mahasiswa STIKes Adi Husada dalam mengembangkan ilmu keperawatan menjadikan seorang perawat profesional dan mampu bersaing, Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan melakukan seleksi penerimaan tenaga kesehatan perawat untuk lulusan STIKes Adi Husada.